Sudiro Geram Ruksamin-Abu Haera Difitnah

Politik59 Dilihat

Ketgam : Ketua Tim Pemenangan Ruksamin-Abu Haera, Sudiro saat orasi kampanye di Desa Puudonggala Utama Kecamatan Sawa, Sabtu (14/11/2020). Foto : KNews.com

Konasaranews.com, Konut – Ketua Tim Pemenangan Ruksamin-Abu Haera, Sudiro geram dengan isu “pembohong” yang dihembuskan jelang Pilkada Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), tanggal 9 Desember 2020.

Geram dengan isu tersebut, Sudiro memanggil perwakilan dua tokoh masyarakat Desa Puudonggala Utama, Kokapi, Matanggonawe dan Pekaroa di depan untuk mempertanyakan apa Ruksamin pernah membohongi masyarakat.

“Apa benar Ruksamin pernah bohongi kalian?,” tanya Sudiro saat kampanye RABU di Desa Puudonggala Utama, Sabtu (14/11/2020).

BACA JUGA :  DPP PAN Rekomendasikan Ikbar Sebagai Calon Bupati di Pilkada Konut

“Tidak pernah Ruksamin bohongi kami,” jawab ke dua tokoh masyarakat itu.

Usai mendapat jawaban tersebur, lanjut Sudiro, isu yang dihembuskan kepada Ruksamin-Abu Haera hanya sebuah fitnah untuk menarik empati masyarakat agar mendapat dukungan di pilkada.

“Jangan pilih pemimpin seperti itu yang tugasnya hanya memfitnah,” ujarnya.

Sudiro juga kesal dengan isu penzoliman Wakil Bupati yang selalu dikumandangkan pihak kubu lawan. Baginya, isu tersebut tidaklah benar adanya.

“Penzoliman yang mana, usai dilantik April 2016 lalu mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati sama, operasional mereka juga sama. Padahal menurut Undang-undang tidak boleh sama, tapi Ruksamin nda mau membedakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ini Kandidat Yang Mendaftar di DPC PDI Perjuangan Konut

Ketua DPD Partai Nasdem Konut ini menambahkan, isu yang sangat menggangu pikirannya adalah dirinya mendengar informasi yang dihembuskan jika raganya di paslon RABU, jika berada di kubu lawan.

“Itu fitnah betul. Saya tegaskan di mana raga Sudiro di situ jiwa Sudiro berada,” tegasnya.

Kampanye di Desa Puudonggala Utama Kecamatan Sawa dihadiri oleh Cawabup Abu Haera, Ketua Tim Sudiro, Ketua DPC PDI Perjuangan I Made Tarubuana, Ketua DPD Golkar Saprin, Anggota DPRD Rabiudin dan Hendrik Johanis.(cr1)

Komentar