CV PPA Target Lahan Produksi Jagung Kuning 1000 Hektare di Butur

Buton Utara, Daerah60 Dilihat

BUTON UTARA – CV Putra Pratama Abadi menargetkan pembukaan lahan 1000 hektare diseluruh wilayah Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk menanam jagung kuning.

Target tersebut diutarakan Direktur Utama CV Putra Pratama Abadi, Kuslan. Kata dia, Butur didiami oleh masyarakat yang 80 persen adalah petani.

Makanya, target tersebut bukanlah isapan jempol nantinya. Apalagi jika masyarakat sepenuhnya mendukung pihaknya sangat optimis komoditi jagung kuning ini akan berhasil dan bisa berkembang di Butur.

“Di sini juga, perlu saya memberitahukan masyarakat bahwa tidak perlu meragukan setelah panen hasil tani itu mau dijual dimana?. Saya tekankan kalau untuk hasil tani jagung kuning perusahaan kami siap menampung berapun itu banyaknya,” katanya, Minggu 6(/11/2022).

BACA JUGA :  P3D Konut Sebut Bos PT Ambo "Raja Otoriter Baru" di Blok Mandiodo

Kuslan mengklain, jika CV PPA dan Pemerintah aerah Kabupaten Buton Utara dalam hal ini Dinas Pertanian telah membangun kontrak kerjasama untuk jagung kuning.

“Pemerintah juga sudah menggelontorkan anggaran sebesar 5 miliar rupiah. Saya mengajak masyarakat Butur agar memanfaatkan lahan untuk menanam jagung kuning. Marilah kita semua mengembangkan komoditi jagung kuning agar kedepannya jagung kuning ini bisa jadi ikon daerah kita ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dugaan Sertifikat Terbit Diatas Pencadangan Transmigrasi Mencuat, DPRD Konut Didesak Bentuk Pansus

Sementara itu, Sekretaris CV PPA, Masuddin Ode mengungkapkan dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Buton Utara dirinya sangat optimis jagung kuning akan berkembang pesat.

“Apalagi beberapa waktu yang lalu, para anggota legislatif Butur turut hadir dalam memantau lahan perkebunan jagung kuning ini,” terangnya.

“Alhamdulillah, legislator Butur mendukung juga program jagung kuning ini. Kedepannya masyarakat Butur akan memperoleh pundi-pundi rupiah dari program ini, dan mereka semua akan sejahtera nantinya,” tutupnya.

Laporan : Safrudin Darma

Komentar