KPU Butur Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih

Buton Utara, Daerah74 Dilihat

BUTON UTARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton Utara mengadakan sosialisasi pendidikan pemilih dengan tema segmen pemilih perempuan pada tahapan penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2023, yang dilaksanakan di Balai Desa Wantulasi, Kecamatan Wakorumba Utara, Selasa (1/11/2022).

Koordinator Divisi Teknis dan Plh Ketua KPUD Butur, Muhammad Sairman Sahadia yang membuka sosialisasi pendidikan pemilih mengatakan, jika agenda penyelenggara adalah segmen perempuan.

“Tahapan dalam pemilu dan pemilihan itu sudah sudah dimulai sejak bulan Juni. Dari Juni kami rutin melakukan sosialisasi, karena peran ibu-ibu ini penting dalam  pemilu dan pemilihan di 2024. Sehingga posisi  ibu-ibu itu sangat menentukan cara berdemokrasi dengan baik nantinya,” katanya.

Salah satu contohnya adalah dalam pilcaleg mendatang peran ibu-ibu itu sangat besar. Sebab, lanjut Muhammad Sairman Sahadia, tanpa perempuan sebuah parpol itu tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Makanya KPU fokus pada segmen perempuan. Saya menghimbau kepada ibu-ibu semua suatu pemilu dan pemilihan yang pertama adalah dalam penceblosan akan ribut mengenai identitas salah satu warga misalnya kalau belum terdaftar padahal mungkin dia sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah menikah. Jadi, pastikan diri kita masuk dalam daftar pemilih. Disini juga kami menekan bahwa kita punya KTP belum tentu terdaftar di link situs KPU,” ujarnya.

BACA JUGA :  Nestapa Nelayan di Konut, Direktur EXOH : Rakyat Dibuat Susah

“Mengenai verifikasi parpol kami harap ibu-ibu semua harus cek nama jangan sampai masuk dalam parpol. Siapa tau ibu-ibu disini ingin mendaftarkan diri dipenyelenggara nantinya dan sudah pasti itu tidak akan bisa karena ibu mungkin terdaftar disalah satu parpol,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Kordiv Partisipasi Masyarakat dan SDM, Esnawi memaparkan, jika tidak lama lagi akan memasuki pesta rakyat, dan dalam pemilu bukan hanya KPU saja dalam menyambutnya namun ada komponen lain, seperti Bawaslu, DKPP, Kejaksaan dan pemerintah serta ada masyarakat pada saat menyalurkan suaranya.

“Kita akan menciptakan pemilu berkualitas. Jadi disini bukan hanya KPU yang mempunyai tanggungjawab dalam pemilu. Akan tetapi peserta pemilu juga ikut terlibat didalamnya. Misalnya KPU menyampaikan akan bekerja keras agar dalam pemilu nanti dan menjadikan pemilu tertip, berkualis dan menciptakan pemimpin yang baik,tanpa money politik,” ungkapnya.

BACA JUGA :  PT Indonusa Arta Mulya Diduga Fasilitasi Keluarnya Ore nikel Ilegal di Pit 90

Sementara Kordiv Perencanaan dan Program Data, LM Miswar Adhi Putra menambahkan, kegiatan sosialisasi ini dipusatkan di Wantulasi.

“Disini juga saya akan memberikan informasi tentang pemilih. Jadi pemilih itu adalah warga negara indonesia yang berumur 17 atau lebih, yang sudah menikah dan mempunyai KTP elektronik yang berdomisili di daerah tersebut,” jelasnya.

“Tidak ada KTP Elektronik maka disampaikan kepada masyarakat agar diurus ke Disdukcapil. Dan segera, menyapaikan atau melapor ke KPU Butur melalu PPK dan PPS nantinya. Dan juga saya tekankan tidak akan milih dan diberikan hak suaranya bila tidak ada identitas jelas berupa KTP meskipun sudah berumur 17 tahun dan meskipun itu diketahui oleh kepala desa dan lain seagianya,” tutupnya.

Laporan : Safrudin Darma

Komentar