Tutup Pelatihan PBK BLK, Wabup Konsel Minta Generasi Muda Keluar dari Zona Nyaman

Daerah24 Dilihat

KONAWE SELATAN – Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) Rasyid S.Sos M.Si, menutup pelatihan berbasis kompetensi non boarding tahap kedua di aula BLKĀ  Konsel, Rabu 2 Juni 2021.

Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) sendiri adalah pelatihan kerja pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

Dikesempatan itu, Wabup Rasyid memberikan dorongan dan motivasi kepada 64 peserta PBK agar kemampuan yang telah diperoleh selama lebih dari satu bulan itu, bisa menjadi modal penting untuk bekerja baik disektor formal maupun non formal.

BACA JUGA :  Telan Anggaran Rp631,5 Juta, Direktur Eksekutif Explor Anoa Oheo Tantang Kejati dan Polda Sultra Periksa Proyek Peningkatan Jalan di Desa Bungguosu Konut

“Saya berharap para peserta pelatihan sudah memiliki modal dasar, kembangkan itu. Pesan saya jangan lagi berharap penuh sama orang tua. Keluar dari Zona Nyaman, skill yang sudah dimiliki bisa jadi modal yang besar untuk bekerja dan berusaha,” pinta pasangan H Surunuddin Dangga ini.

Pria yang sebelumnya anggota DPRD Sultra ini menambahkan seiring dengan bertambahnya tingkat kelulusan dari berbagai tingkat pendidikan.

Maka diperlukan pelatihan bagi generasi muda yang akan terjun kedunia usaha, dimana dalam situasi pandemi, pemerintah juga dituntut kreatif dalam menekan upaya angka pengangguran.

BACA JUGA :  Buka Puasa Bersama Ribuan Warga Konawe, Ruksamin Sebut Selaras "Rumah" Seluruh Masyarakat Sultra

Dengan cara mencipatakan program-program berbasis ekonomi, baik life skill atau program lainnya. Adapun jenis PBK non boarding yang telah dilakukan oleh BLK Konsel seperti yang diutarakan oleh Kepala BLK Konsel, Enne Amrullah Renggaala menyebutkan berupa pengelola administrasi perkantoran, garmen apparel sub kejuruan menjahit pakaian wanita dewasa, desain grafis dan pengelolaan hasil perikanan.

“Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 peserta sehingga total peserta pelatihan sebanyak 64 orang yang anggarannya bersumber dari Dipa BLK Kendari,” terang Enne.

Laporan : Izhar

Komentar