Tiga Tuduhan Warga Terjawab, Berikut Klarifikasi Kades Buke

KONAWE SELATAN – Kepala Desa (Kades) Buke Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Yunus G klarifikasi terkait tiga tuntutan warga desa setempat dalam aksi protes beberapa hari yang lalu di Kantor Inspektorat Daerah.

Tiga hal yang menjadi tuntutan warga, pertama Mendesak Inspektorat untuk segera memeriksa Bumdes buke. Kedua, mendesak inspektorat segera memeriksa terkait penimbunan jalan kabupaten yang diduga menggunakan anggaran Dana Desa (DD) dan yang ketiga, mendesak inspektorat untuk memeriksa pembangunan sumur bor yang berada di belakang rumah kades yang di indikasi dimonopoli.

Menanggapi hal itu, Kades Buke Yunus memberikan klarifikasi atas tuduhan yang ditujukan kepada dirinya selaku pemerintah desa, yang pertama terkait pengelolaan Bumdes, menurut Yunus pendirian dan pengelolaannya sudah selesai.

BACA JUGA :  PT Indonusa Arta Mulya Diduga Fasilitasi Keluarnya Ore nikel Ilegal di Pit 90

Selaku Kades, lanjut dia, dirinya hanya sebagai lembaga kontrol dan BPD sebagai pengawasan dirinya tidak mencapuri begitu dalam sebab, yang mengatur adalah pengurus bumdes itu sendiri.

“Tuduhan itu tidak mendasar, sebab bumdes itu dikelolah oleh pengurusnya, saya sebagai kades hanya sebatas kontrol dan monitoring,” terangnya saat ditemui dikediamannya, Jumat, 15 April 2022.

Kemudian tuduhan yang kedua, sambung Yunus, menerangkan bahwa itu juga sudah dikerjakan dengan sesuai, sebab kalau itu bermasalah tentunya laporannya juga akan ditolak inspektorat.

“Sama halnya dengan bumdes kalau disitu terindikasi ada pelanggaran tentunya pihak inspektorat tidak akan menerima laporan pertanggungjawaban itu,” bebernya.

BACA JUGA :  Ruksamin Terobos Banjir Demi Salurkan Bantuan Untuk Warga

Sementara tuduhan yang ketiga, tambah Yunus mengatakan bahwa penetapan titik sumur bor dibelakang rumah dia (Kades), bukan tanpa alasan.

Kata dia, sebab sudah dilakukan beberpa kali pencarian titik namun tidak ditemukan titik yang baik. Untuk itu disepakati titik tersebut tempatkan dibelakang rumah dia.

“Tidak ada monopolisi disini buktinya masyarakat sekarang masing-masing menyambung pipa air,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang dituduhkan terhadap dirinya semata-mata untuk menjatuhkannya, disinyalir ada oknum-oknum penggerak dibelakang aksi tersebut.

” Aksi itu bisa jadi ada hubungannya dengan politik pilkades yang dilakukan oleh oknum-oknum rival saya,” bebernya.

Laporan: Ken

Komentar