Kemenparekraf RI Apresiasi Dua Desa di Konut

Pariwisata69 Dilihat

KONAWE UTARA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, memberikan apresiasi terhadap dua desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Apresiasi tersebut diberikan dalam Anugerah Desa Wisata Nasional Tahun 2022. Kedua desa tersebut adalah Desa Ulu Sawa dinobatkan sebagai desa wisata kuliner, kemudian Pulau Labengki sebagai desa wisata.

Anugerah desa wisata merupakan program untuk memajukan potensi wisata yang ada di Indonesia, hingga ke taraf internasional, serta berdaya saing global dan berkelanjutan.

Prestasi yang diraih kiranya dapat terus dijadikan motivasi untuk mengembangkan dan memajukan desa wisata, sebagai wadah simbol kebangkitan ekonomi nasional.

BACA JUGA :  Anton Timbang dan Hugua Bersama Sutradara Asal Belanda Jadikan Wakatobi Pusat Industri Film Dunia

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Promosi Wisata Dinas Pariwisata, Sudarsono mengatakan, bahwa penetapan kedua desa ini merupakan kebanggaan untuk daerah.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi desa di Konut yang dinobatkan sebagai desa wisata,” katanya.

Menurutnya, desa wisata ini secara langsung memiliki pengaruh dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, karena begitu banyak potensi yang mampu dikembangkan, sehingga punya daya jual ke khalayak umum.

Dengan berkembangnya desa ini, warga tentu tidak perlu lagi berpikir untuk mencari kerja di luar daerah, lantaran wilayah yang didiami menjadi salah satu pusat ekonomi, dengan datangnya banyak wisatawan.

BACA JUGA :  Anton Timbang dan Hugua Bersama Sutradara Asal Belanda Jadikan Wakatobi Pusat Industri Film Dunia

“Kami terus mendorong kemajuan sektor pariwisata, sebagai wadah lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarya.

Lanjut Sudarsono, pihaknya juga mendorong peran anak muda agar mau ikut terlibat dalam pengembangan desa wisata. Salah satunya dengan cara berpromosi melalui jalur konten kreator.

Kemudian peran pelaku UMKM, termasuk para pecinta seni dan budaya juga sangat penting, sebagai subsektor ekonomi kreatif, apalagi desa wisata ini sudah banyak dilirik orang luar, pasca penetapan dari Kemenparekraf RI.

“Untuk bekerja, memperoleh penghasilan, tidak perlu keluar dari Konawe Utara, ini yang kita harapkan,” tutup Sudarsono.

Redaksi

Komentar