Deklarasi Maju Pilgub Sultra 2024, Ruksamin Paparkan 9 Program Andalan

Advetorial45 Dilihat

KENDARI – Bupati Konawe Utara (Konut), Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN Eng menggelar Soft Launching Program Unggulan Sultra 2024 menuju calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) 2024.

Bertajuk tema Sultra Pusat Energi Dunia, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sultra ini memaparkan sembilan pilar dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Sultra di salah satu Hotel di Kota Kendari, Selasa (14/3/2023) malam.

Ruksamin menjelaskan, pilar pertama yaitu energi untuk kemandirian. Dalam hal ini pembentukan dana abadi pemerintah daerah untuk kemandirian daerah dan masyarakat, program desa/kelurahan mandiri dengan tambahan alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp500 juta per desa per tahun, dan program RT mandiri dengan alokasi anggaran Rp10 juta per RT setiap tahun.

“Kemudian pada pilar kedua energi untuk pendidikan. Terdiri dari pembangunan politeknik energi, program pendidikan gratis SMA/SMK/sederajat, program pembangunan science techno park, program 1 rumah 1 sarjana melalui beasiswa prestasi dan MBR, program 1 guru 1 laptop untuk menunjang kinerja pembelajaran, program 1 kabupaten/kota 4 SMK pertambangan, pertanian, pariwisata dan kemaritiman,” kata Ruksamin dihadapan para kader partai PBB Sultra.

Lanjut Ketua IKA UMI Sultra ini menuturkan, pada pilar ketiga, energi untuk kesehatan meliputi program universal health coverage, program pembangunan RSUD spesialis, program peningkatan dan pemerataan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, program beasiswa kuliah kedokteran dan dokter spesialis dan program RS Apung untuk pulau dan kawasan terpencil.

BACA JUGA :  PT BSJ Salurkan Sejumlah Bantuan

Kemudian pilar ke empat yakni energi untuk kemakmuran meliputi program pembangunan industri energi baru terbarukan (EBT) untuk industri transportasi, perumahan masa depan dan teknologi masa depan, program pengelolaan pertambangan hulu hingga hilir untuk rakyat, program sinergi pembangunan dan pertambangan, program peningkatan investasi sektor hilir dan diversifikasi pertambangan.

“Program 50 ribu wirausaha baru (WUB) melalui pengembangan sektor riil dan start up, program 10 ribu UMKM naik kelas melalui bantuan permodalan, digitalisasi dan manajemen pemasaran dengan market place nasional. Kemudian program pengembangan koperasi berbasis segmentasi (koperasi wanita, koperasi petani dan nelayan, UMKM dll) serta program pengembangan dan revitalisasi destinasi wisata berkelas internasional,” papar Koordinator Presidium MW Kahmi Sultra ini.

Pilar ke lima yakni energi untuk infrastruktur meliputi program pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara untuk membuka akses dan memperlancar konektivitas antar wilayah (Jembatan Tona, Jembatan Tobea), dan program fasilitasi dan sinergi pembangunan proyek strategis nasional dengan kebutuhan masyarakat Sultra di antaranya kawasan industri Konawe, bendungan Ladongi, Bendungan Ameroro, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Pembangunan Food Estate dan Smelter.

BACA JUGA :  Pemkab Konut Tanggung Biaya Pendidikan Aparat Desa Dalam Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

Pilar ke enam yakni energi untuk agro meliputi program pengembangan kawasan pertanian organik dan pangan sehat, program pembangunan kawasan industri pertanian dan perikanan dengan memperkuat program petik, olah, kemas dan jual, program pengembangan asuransi pertanian dan program tuan sarana produksi pertanian mulai dari bibit, pupuk unggas obat-obatan pertanian.

Kemudian pilar ke tujuh yakni energi untuk lingkungan meliputi program manajemen pengelolaan pasca-tambang, melalui konservasi lahan, reboisasi dan pengembangan hutan produksi, program pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur pertambangan dan program penguatan kesiapsiagaan bencana dan early warning system.

Pilar ke delapan yakni energi untuk melayani meliputi Program ZI-WBK (Zona Integritas-Wilayah Bebas Korupsi) di seluruh OPD dan unit layanan pemerintah, penguatan program SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) untuk menunjang pelayanan dan sinergitas antara stakeholder pembangunan dan mewujudkan skema open and collaborative governance dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Kemudian terakhir pilar 9 yakni energi untuk harmoni meliputi program tunjangan kehormatan untuk guru ngaji dan pegiat keagamaan (takmir masjid, pemuka agama, lintas agama), program tunjangan kehormatan untuk lembaga adat, pegiat seni dan budaya, program bantuan kelembagaan untuk pondok pesantren tempat ibadah dan lembaga adat serta program pembangunan gedung pusat kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Laporan : Hardiyanto

Komentar