Terkendala Akses Penerbangan, Kunjungan Wisata di Wakatobi Menurun

Peristiwa113 Dilihat

WAKATOBI – Sejak empat bulan terakhir ini jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami penurunan.

Pasalnya, akses untuk menuju ke Taman Nasional Wakatobi atau julukan Surga Nyata Bawah Laut Segitiga Karang Dunia ini membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Wakatobi, Nadar mengatakan, meski di masa pandemi Covid-19 jumlah kunjungan di tahun 2021 saat itu mencapai 9.000 wisatawan.

Sementara, lanjut Nadar, untuk periode Januari-Juni 2022 jumlah pengunjung mengalami penurunan dan hanya mencapai 7.000.

“Tetapi karena Juli itu pesawat sudah off maka kunjungan ke Wakatobi itu sangat minim sekarang,” kata Nadar kepada awak media usai membuka kegiatan Festival Film dan Foto Wakatobi di Ampupu Beach Resort, Senin (14/11/2022).

BACA JUGA :  Tongkang Muat Ore Nikel Terbalik di Perairan Miniatur Raja Ampat Labengki

Nadar mengungkapkan, industri pariwisata di Wakatobi saat ini sangat terpukul karena salah satu faktor penentu daya tarik para wisatawan untuk berkunjung yaitu layanan akses transportasi yang mudah.

“Hari ini dampaknya sangat kita rasakan, termasuk pada saat kita selenggarakan festival, banyak sekali wisatawan yang konfirmasi untuk hadir tapi karena belum ada pesawat pada akhirnya tidak jadi,” ungkap Nadar.

Nadar menjelaskan, yang menjadi kendala hingga tidak adanya penerbangan ke Wakatobi karena masalah skema subsidi dengan pihak maskapai.

“Sebenarnya satu hal yang belum final itu adalah tarif, bagaimana menselaraskan antara apa yang menjadi penawaran pihak maskapai dengan ketentuan tarif batas atas yang diatur oleh peraturan menteri perhubungan,” jelas Nadar.

BACA JUGA :  Tongkang Muat Ore Nikel Terbalik di Perairan Miniatur Raja Ampat Labengki

Dirinya menuturkan, saat ini pihaknya tengah berupaya agar penerbangan ke Wakatobi dapat kembali beroperasi.

“Saya kira sangat intens untuk berkomunikasi dengan pihak maskapai, juga sudah difasilitasi oleh kementerian lembaga terkait kementrian perhubungan, kementerian pariwisata dan juga pemerintah provinsi,” tutur Nadar.

Untuk itu, ia berharap penerbangan dapat segera kembali diaktivasi guna membangkitkan perekonomian industri pariwisata di Wakatobi terlebih jelang perayaan event besar Hari Nusantara yang bakal dihadiri oleh Presiden Jokowi Desember mendatang.

“Saya kira ini menjadi suatu yang tidak signifikan dan tidak akan maksimal kalau tidak ada dukungan untuk penerbangan,” harap Nadar.

Laporan : To

Komentar