Buntut Penutupan Sembilan Jetty di Blok Marombo, Ratusan Orang Gelar Unjuk Rasa

Kendari, Metro48 Dilihat

KONAWE UTARA – Ratusan massa aksi yang tergabung dari berbagai elemen menggelar aksi demonstrasi di Jalan H. Abdulah Silondae atau perepatan lampu merah Masjid Agung Kendari, Senin (22/5/2023).

Aksi demonstrasi itu mengecam tindakan penutupan sembilan Jetty atau Terminal Khusus (Tersus) di Blok Marombo Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang diduga dilakukan oknum TNI dari Angkatan Darat (AD).

Diketahui, dari sembilan Jetty yang dihentikan diantaranya, Jetty PT Bosowa, PT Unaaha Bakti Persada (UBP), Bososi, dan Apolo.

Humas PT Tristaco dan PT Unaaha Bakti Persada (UBP), Aguslan menilai pemberhentian beberapa Jetty di Marombo tidak prosedural dan tidak sesuai perindang-undangan yang berlaku.

Olehnya itu, dalam tuntutannya Aguslan menyebut, pihaknya mendesak Komandan Korem 143 HO Kendari untuk bertanggung jawab. Sebab menurutnya, pemberhentian tersebut diduga atas dasar perintah Danrem 1412 HO Kendari dan Dandim 1430 Konut.

BACA JUGA :  HUT Bhayangkara ke-78 Tahun, Biddokkes Polda Sultra Gelar Bakti Kesehatan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

“Dugaan kami Danrem dan Dandim perintahkan anak buahnya untuk menutup Jetty yang tidak mau menyetor uang kordinasi. Padahal, Jetty yang ditutup itu telah mengantongi izin penggunaan tersus dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” kata Aguslan.

Olehnya itu, ia meminta kepada Danrem 143 HO Kendari untuk membuka penutupan dan membiarkan sembilan Jetty di Blok Marombo kembali beraktivitas.

“Saya tegaskan jika sembilan Jetty di Blok Marombo tidak dibuka maka kami akan menggelar aksi besar-besaran di Kantor Mabes TNI dan Istana Presiden,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Korem 143 HO Kendari, Brigjen TNI Ayub Akbar melalui Kepala Seksi Teritorial Korem 143 HO Kendari, Letkol Hale Tambo Wulaa saat menemui massa aksi membantah adanya penutupan Jetty di Blok Marombo oleh oknum TNI.

BACA JUGA :  Sambut Hari Jadi Bhayangkara ke-78 Tahun, Polda Sultra Tanam 780 Bibit Pohon

“Jetty dibuka, tidakada pihak TNI yang menutup Jetty, jadi silahkan masyarakat bekerja,” kata Letkol Hale Tambo Wulaa.

Terkait tuntutan massa aksi untuk bertemu Danrem, TH Wulaa mengatakan, akan menjadwalkannya setelah Danrem pulang ke Kendari.

“Untuk pertemuan, akan diwadahi ketika Danrem sudah pulang. pertemuan hari ini ditunda karena Danrem sedang berada diluar kota. Soal kedatangan oknum TNI di Jetty Blok Marombo kami belum mengetahui dan masih didalami,” tutupnya.

Laporan : Renaldy

Komentar