Peringati Hari Buruh, Ratusan Karyawan PT VDNI dan OSS Diganjar Penghargaan

Kendari, Metro39 Dilihat

KONAWE – Memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 1 Mei, ratusan karyawan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) menerima penghargaan dari perusahaan sebagai karyawan berprestasi, Senin (1/5/2023).

Selain penghargaan, ratusan buruh juga menerima bingkisan parsel sebagai bentuk rasa terima kasih telah bekerja di perusahaan dengan baik selama bertahun-tahun.

Dalam peringatan hari buruh ini, perusahaan memberikan penghargaan bagi ratusan karyawan yang berprestasi yang telah bekerja selama bertahun-tahun di perusahaan.

“Untuk PT VDNI ada sekitar 200 karyawan menerima penghargaan, sementara PT OSS ada 250 karyawan,” kata Wu Qian Yuan, Deputi General Manager PT OSS.

BACA JUGA :  Sambut Hari Jadi Bhayangkara ke-78 Tahun, Polda Sultra Tanam 780 Bibit Pohon

Pada peringatan hari buruh ini, buruh berharap agar perusahaan dapat lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan, baik upah maupun fasilitas lainnya meskipun saat ini perusahaan telah memenuhi seluruh kebutuhan buruh hingga upah di atas standar upah minimum provinsi (UMP).

“Hari Buruh ini adalah hari di mana kita harus mensyukuri semuanya. Juga hari di mana kita harus menyelesaikan semua permasalahan yang ada sehingga momen ini bisa menyejahterakan kaum buruh,” ujar Joni Triprabowo, karyawan PT VDNI.

BACA JUGA :  HUT Bhayangkara ke-78 Tahun, Biddokkes Polda Sultra Gelar Bakti Kesehatan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Menanggapi hal itu, managemen perusahaan  berjanji akan terus melakukan terobosan untuk dapat mensejahterakan karyawan yang bekerja baik di PT VDNI maupun di PT OSS.

“Bentuk perhatian perusahaan itu bisa berupa kenaikan upah maupun pelatihan-pelatihan untuk menambah pengetahuan karyawan,” kata Maimun, Asisten Manager HRD PT OSS.

Di Hari Buruh Internasional ini, perusahaan berharap agar karyawan lebih disiplin dalam menjalankan pekerjaan dan tidak mudah terprovokasi yang dapat menimbulkan perpecahan sesama buruh, baik lokal maupun tenaga kerja asing.

 

Laporan : Renaldy

Komentar