Begini Penjelasan PPK Bina Marga Dinas PUPR Butur Soal Proyek Peningkatan Jalan Desa Eensumala-Koboruno

Buton Utara, Daerah75 Dilihat

BUTON UTARA – Sorotan Ketua KPK Buton Utara, Rusdianto terkait lelang proyek pada peningkatan jalan Desa Eensumala-Koboruna tahun 2022, mendapat reaksi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

PPK Bidang Binamarga Dinas PUPR Butur, Zalman menegaskan, pihaknya tidak mengenal sama sekali kontraktor atau pimpinan perusahaan yang memenangkan pekerjaan tersebut, baik PT Sinar Bulan Grup maupun PT Urban Sakti Perdana Grup.

Kata Zalman, selaki PPK Bidang Binamarga yang mentenderkan pekerjaan dana PEN tersebut berdasarkan aturan Perpres No.12 tahun 2021 dan Perlen LKPP No.12 tahun 2021 terkait tugas dan fungsi PPK.

“Di dalam Perlen LKPP No. 12 tahun 2021 itu memuat dua tugas PPK. Pertama memeriksa personil yang digunakan dilapangan dan memeriksa peralatan yang tidak melalui proses lelang tapi langsung dilapangan,” katanya, Kamis (5/1/2023).

Menurut Zalman, dari hasil lelang, pihak UKPBJ menyerahkan dua pemenang tender peningkatan jalan kepada dirinya selaku PKK Bidang Binamarga.

BACA JUGA :  Pastikan Bersih Dari Narkoba, PT BSJ Gelar Kegiatan Tes Urine Seluruh Karyawan

“Nah,disinilah tugas PKK melakukan riview mana yang layak diantar dua pemenang. Kemudian, pemenang satu PT Urban Sakti Perdana Grup membawakan dokumen. Setelah itu saya riview dan bertanya kepeda pihak PT Urban Sakti Perdana soal AMP karena ini pekerjaan ada pengaspalannya. Ternyata jawabanya dari PT Urban Sakti Perdana memiliki atau menggunakan AMP Pinrang (Sulsel) ini yang membuat kami bingung,” ujarnya.

Berdasarkan standad spefikasi teknis, beber Zalman, dalam proses tender yang disyaratkan bahwa untuk pekerjaan aspal dalam hal in Hot Mix atau AC-BC suhu penghamparan itu diatas 135⁰C.

“Nah, bagaimana ceritanya dari Pinrang dia bisa bawah dan hampar di Ensumala dalam suhu 135⁰C. Apakah dia mau naik helikopter atau pesawat? Inikah tidak masuk akal,” ungkapnya.

“Pada saat saya undang dalam pra SPBBJ jawabanya seperti itu, dan semua tercantum dalam berita acara pra SPBBJ saya. Saya juga, bisa buktikan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi,” lanjutnya.

Terkait PT Sinar Bulan Grup yang dikatakan tidak menyelesaikan pekerjakan tersebut sedangkan kontrak sampai desember 2022. Zalman menjelaskan, jika khusus pekerjaan dana PEN ada yang namanya sesuai dalam krotrak itu pemberian kesempatan.

BACA JUGA :  Telan Anggaran Rp631,5 Juta, Direktur Eksekutif Explor Anoa Oheo Tantang Kejati dan Polda Sultra Periksa Proyek Peningkatan Jalan di Desa Bungguosu Konut

“Tetapi, dengan catatan harus didenda karena kami berikan kesempatan. Kemudian, pihak penyedia menyurati kami untuk meminta diberikan kesempatan, itu harus berdasarkan alasan. Kita tau bersama alasan yang mereka ajukan adalah karena terjadi keskalasi harga BMM yang diputuskan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Zalman menambahkan, perubahan harga BBM berdampak besar sindifikan terhadap semua kegiatan termasuk material.

“Semua berubah harganya karena kenaikan harga BMM tersebut. Dan kita tau bersama daerah Butur sangat susah mencari BBM,” belanya

“Dan saya menambahkan lagi, agar kita semua tidak gagal faham. Mengenai PT Sinar Bulan Grup diloloskan dalam tender jembatan di Langere-Tanah merah kalau mengenai itu bukan ranah saya. Bisa langsung tanya kepada pihak UKPBJ agar semuanya jelas,” tutupnya.

Laporan : Safrudin Darma

Komentar