Komisi III DPRD Sultra Apresiasi Kapolda Berantas Tambang Ilegal di Bumi Anoa

Kendari, Metro41 Dilihat

KENDARI – Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Suwandi Andi, mengapresiasi Kapolda Sultra, Irjen Pol Teguh Pristiwanto dalam memberantas pertambangan ilegal di Bumi Anoa.

“Kami DPRD Sultra Komisi III yang tugas teknis kami di pertambangan, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Kapolda yang kita tahu persis di bulan ini luar biasa, penertiban dan penangkapan aktivitas penambangan ilegal telah dilakukan,” kata Suwandi Andi saat dihubungi pada Selasa (8/11/2022).

Menurut politisi PAN ini, penindakan harus dilakukan terhadap pelaku penambangan ilegal dimanapun dan siapapun orangnya.

“Itu (Penambang ilegal red) memang harus ditindaki, tidak boleh tidak. Siapapun dia tidak ada yang kebal hukum, karena ini kepentingan negara, kewenangan negara, mulai dari pemerintah pusat hingga provinsi, maka yang harus lebih getol mengawasi dan menindak jika ada yang menyalahi aturan, maka wajarlah Polda Sultra sedang giat dan gencar menindak menangkap semua pelaku tambang ilegal,” terangnya.

BACA JUGA :  HUT Bhayangkara ke-78 Tahun, Biddokkes Polda Sultra Gelar Bakti Kesehatan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Suwandi Andi bilang, penindakan terhadap penambang ilegal yang dilakukan Polda Sultra saat ini merupakan harapan masyarakat Bumi Anoa sejak lama.

“Ini harapan kita sudah sejak lama, bahwa harus ada penindakan secara tegas seperti ini, supaya menjadi efek jera kepada semua,” katanya.

Suwandi Andi mengaku miris dengan kondisi Sultra yang memiliki sumber daya alam yang melimpah namun hanya dinikmati segelintir orang saja.

“Kasian negara kita ini, sumber daya alam daerah kita begitu melimpah tapi hanya sedikit saja orang yang menikmati. Bahkan parahnya yang banyak menikmati orang-orang dari luar Sultra, ini kan sayang sekali,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Sambut Hari Jadi Bhayangkara ke-78 Tahun, Polda Sultra Tanam 780 Bibit Pohon

Namun demikian, Suwandi mengingatkan agar Polda Sultra dalam menertibkan dan menindak penambang ilegal dilakukan sampai tuntas. Pelakunya harus dibawa ke meja pengadilan untuk mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Untuk apa APH melakukan penindakan penangkapan kalau tidak sampai di meja persidangan. Saya kira ini penting untuk diperhatikan (Polda Sultra),” tegasnya.

Terakhir, Suwandi mengatakan apa yang dilakukan Polda Sultra di bawah komando Kapolda Irjen Pol Teguh Pristiwanto dalam menindak tambang ilegal harus didukung.

“Bagi kami ini sangat penting, sebagai putra daerah harus kita atensi, beri spirit Pak Kapolda (Sultra) untuk terus memimpin penertiban (tambang ilegal) ini,” pungkasnya.

 

Laporan : Renaldy

Komentar