Sekretariat Mahasiswa di Kendari Diserang OTK Menggunakan Sangkur dan Pistol

Peristiwa60 Dilihat

KENDARI – Sekretariat Mahasiswa Baito yang berada di Lorong Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari diserang puluhan orang tak dikenal (OTK) pada 7 April 2022 sekira pukul 23.30 Wita.

Dalam penyerangan itu dua mahasiswa baito alami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Haerul Candra (23) salah satu korban penyerangan saat ditemui di ruang IGD RS Hermina Kendari menjelaskan saat itu ia bersama rekannya sedang bersiap-siap untuk bergegas kesalah satu warung kopi.

“Tiba-tiba datang sekitar 10 OTK dan masuk ke dalam sekretariat dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis sangkur dan pistol,” ungkap Candra, Jumat (8/4/2022).

BACA JUGA :  Tongkang Muat Ore Nikel Terbalik di Perairan Miniatur Raja Ampat Labengki

Tak berselang lama, salah seorang pelaku kemudian menodongkan pistolnya kepada korban dibagian jidat lalu menarik pelatuk pistol tersebut, sehingga korban alami luka pada bagian jidat.

“Saat masuk, mereka hanya bilang diam. Jidat saya ditembak pakai pistol, saya tidak tau apa isi pistol itu, saya langsung berupaya menyelamatkan diri. Saya merangkak ke bawah dan keluar lewat jendela lalu ke belakang sekret. Beberapa menit kemudian, saya mendengar suara motor mereka yang meninggalkan tempat kejadian,” kata Candra.

Selain dirinya, salah satu rekannya bernama Oteng (22) yang juga berada didalam sekretariat itu menjadi korban penikaman menggunakan sebuah sangkur, sehingga mengalami luka pada bagian paha.

BACA JUGA :  Tongkang Muat Ore Nikel Terbalik di Perairan Miniatur Raja Ampat Labengki

Kata Candra, dirinya mengetahui beberapa identitas pelaku penyerangan itu. Apalagi, ia menduga ada oknum terlibat melakukan penyerangan itu.

“Mereka (pelaku) menggunakan masker. Ada yang bawa sangkur dan ada juga yang membawa pistol,” bebernya.

Sementara itu, Rahmansyah yang juga menjadi korban penyerangan mengatakan kejadian itu tidak berlangsung lama.

“Cepat sekali kejadiannya. Posisinya mereka datang langsung memukul membabi buta,” cetusnya.

Lebih jauh Ramansyah menjelaskan, aksi penyerangan kali ini merupkan yang kedua kalinya.

“Aksi penyerangan pertama terjadi dua hari lalu, pada 5 April 2022,” ujarnya.

Laporan : Renaldy

Komentar