Hadirkan Aplikasi Srigala Rimba, Pemkab Bombana Dapat Pantau Kerusakan Saluran Irigasi

Daerah28 Dilihat

BOMBANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan perubahan layanan dari layanan biasa ke sistim online, perubahan layanan itu dengan menghadirkan aplikasi layanan baru yang disebut Srigala Rimba.

Aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat melakukan pelaporan terhadap ganguan pengairan maupun irigasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bombana, Syahrul melalui Kepala Bidang Pengairan dan Irigasi Bombana, Samwel saat di konfirmasi di ruang kerjanya bahwa aplikasi Srigala Rimba merupakan aplikasi aduan.

Srigala Rimba dicipkataakan Dinas PUPR yang bekerjasama dengan semua unsur Forkopinda, guna memudahkan masyarakat dalam membuat laaporan terhadap kerusakan sistim pengairan irigasi di wonua Bombana ini.

BACA JUGA :  P3D Konut Sebut Bos PT Ambo "Raja Otoriter Baru" di Blok Mandiodo

“Aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat membuat laporan kerusakan yang terjadi, jadi pelaporanya sudah bisa online tidak perlu lagi datang di kantor, ada tim yang bertugas menerima laporan dan meneruskan kepada pimpin untuk di tindak lanjuti,” ungkapnya, Selasa, 7 Desember 2021.

Menurut Samwel, aplikasi dapat berfungsi  melalu sistem jaringan irigasi lancar di Kabupaten Bombana, sebagai wadah bersama lintas sektor untuk melakukan kegiatan pendataan. Survey dan kerjsama dengan kelompok tani dan petani pengguna air dalam menjamin terlaksananya jaringan irigasi yang lancar.

BACA JUGA :  Dugaan Sertifikat Terbit Diatas Pencadangan Transmigrasi Mencuat, DPRD Konut Didesak Bentuk Pansus

“Tujuanya agar memudahkan masyarakat memberikan kami informasi akurat, kemudian dari laporan itu dapat    terintegrasi, dengan membagi ke dalam beberapa fase,” urainya.

Aplikasi tersebut merupakan dukungan  Pemkab Bombana terhadap daerah yang sulit terjangkau, karena kondisi sulit berkomunikasi di tengah pandemi covid-19 saat ini yang masih melanda.

“Jadi dengan aplikasi ini kami dapat mudah memantau kelancaran aliran pengairan maupun irigasi, jika ada kerusakan yang timbul kamiakibat bencana atau lainya kami dapat mengontrol dan melakukan respon tindakan cepat,” lanjutnya.

Laporan: Abdul Muis

Komentar