Ribuan Pemuda Sultra Bertarung Menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat

Metro56 Dilihat

KENDARI – Setelah melalui seleksi yang cukup panjang dan ketat, kini hanya tersisah 51 orang yang berhasil lolos masuk ke Angkatan Darat  (AD).

Kapenrem 143/Ho Letda Inf Rusmin Ismail mengatakan dalam parade dan sidang pantokhir penerimaan Caba PK TNI AD TA 2021, di Sub Kendari yang diikuti oleh 106 pemuda dari Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Acara dipimpin oleh Danrem 143/Ho, Brigjen TNI Jannie A. Siahaan dan dihadiri pengawas dari Kodam XVI/ Hsn Brigjen TNI Andi Kaharudin serta panitia penyelenggara,” ujar Rusmin, Kamis, 9 September 2021.

Lanjutnya, dari 1083 orang yang mengikuti, di tahap pra parade hanya 207 orang yang terseleksi serta memenuhi syarat dan memenuhi administrasi, kesehatan dan jasmani.

“Dari 1083 pemuda yang ikut terdiri dari berbagai macam latar belakang, diantaranya Suku yang paling banyak yaitu Buton 272 orang, Bugis 237 orang, Muna 196 orang, Tolaki 170 orang,” rinci Rusmin.

“Selain itu, banyak juga putra daerah dari Jawa, Makasar, Bali, Moronene, Bajo dan masih banyak lainya yang memang besar di Sultra,” lanjutnya.

BACA JUGA :  HUT Bhayangkara ke-78 Tahun, Biddokkes Polda Sultra Gelar Bakti Kesehatan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Sebagaimana yang telah ditegaskan, Kasad Jendral TNI Andika Perkasa, kata Rusmin, dalam seleksi tahun ini diprioritaskan bagi putra Daerah dimana peserta tinggal.

“Sebagaimana yang telah disampaikan Danrem, Kasad Jendral TNI Andika Perkasa, sangat konsen pada Putra Daerah, sehingga para pendaftar wajib, minimal tinggal di sub Panda seleksi selama 3 tahun,” tutur Rusmin.

Lebih lanjut disampaikan Rusmin, keberlangsung hingga malam dan selepas Pantokhir langsung diumumkan serta kepada peserta yang gugur diberikan surat keterangan yang berisi capaian selama seleksi dan diberikan juga konsultasi atau penjelasan supaya bisa dijadikan masukan bagi mereka.

“207 yang ikuti Pra Parade terseleksi 106 orang berdasarkan peringkat terbaik untuk mengikuti Parade dan hasilnya 51 orang dinyatakan lulus  untuk mengikuti tingkat Sub Panpus di Makassar. Terbanyak dari Kolaka 33 orang, Buton 5 orang, Muna 4 orang, Kendari 5 orang dan Butur 4 orang,” paparnya.

Nantinya, lanjut dia, mereka akan memperebutkan alokasi Kolaka 22 orang sedangka Buton, Muna, Kendari, Butur masing-masing 3 orang.

BACA JUGA :  Sambut Hari Jadi Bhayangkara ke-78 Tahun, Polda Sultra Tanam 780 Bibit Pohon

“Semula memang alokasi Sultra 60 orang, namun karena masih banyak satuan yang belum mencapai jumlah ideal maka alokasi penerimaan menjadi 34 orang,” terang dia lebih lanjut.

Sementara itu, dalam sambutannya kepada para panitia yang hadir, Danrem 143/HO menegaskan bahwa dalam proses seleksi penerimaan calon prajurit harus dilaksanakan secara ketat, objektif, transparan, jujur dan berkeadilan

“Menjadi calon prajurit merupakan hak setiap warga negara. Selaku panitia kita harus memberikan ruang, memfasilitasi agar para pemuda Sultra dapat menerima haknya dalam proses (seleksi) yang obyektif, transparan, jujur dan berkeadilan,”ucap Jenderal yang akrab di panggil Jannie ini.

Terkait prinsip berkeadilan, menurut Jannie  adalah semua mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama.

“Jika kita tidak menerapkan prinsip itu, maka yang akan rugi adalah TNI AD dalam hal ini negara dan rakyat Indonesia,” kata lulusan Akmil tahun 1991 dan SMAN 1 Kendari tahun 1988 itu.

Laporan: Almaun

Komentar